Rabu, 29 Maret 2017

Pandangan Bule Tentang Narkoba



Hmm…
Eng…
Aaa…

Duh, urat menulis saya sepertinya mulai membeku. Bingung mau memulainya dari mana. 

)))
Jadi gini…

Ehem...

Baiklah, saya akan memulainya dari narkoba saja.

image source : ruminator.co.nz
Narkotika dan obat/bahan berbahaya adalah singkatan dari narkoba. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya. Dikutip dari Wikipedia.

Tahu sendiri, kan, di Indonesia penggunaan narkoba dilarang karena memiliki resiko kecanduan bagi penggunanya? Slogan, “Jangan coba-coba mendekati narkoba” pun berceceran di jalanan. Intinya narkoba itu merusak generasi bangsa.

Hal ini berbeda dengan beberapa negara yang melegalkan penggunaan narkoba. Nah, kebetulan saya punya teman chat yang tinggal di United Kingdom. Saya enggak tahu pasti, sih, beneran apa enggak dia tinggal di sana. Tapi, enggak masalah yang penting gara-gara dia saya punya bahan tulisan. :D

Kenalan di mana, Des?

Internet. Haha. Dunia dalam genggaman, gengs. Seperti waktu saya kenalan dengan orang Norwegia.

Oke, balik lagi ke narkoba. Dengan modal Bahasa Inggris yang buruk dan didorongkan oleh keinginan luhur, saya bertanya sama Si J. Dan mari kita lupakan soal grammar. :D

Me : "U use drug?"

J : "Why? Haha )))"

Me : "Just ask."

J : "Why do u?"

Ah, langsat nih Si J. Tinggal tinggal jawab iya apa enggak doang malah tanya balik terus.

Me : "Wanna know."

Nah, habis ini, nih, Si J bicara panjang kali lebar kali tinggi.

Si J : "Yeah sometimes. Not any more. When I was younger. And it depends of the company)) But drugs that are legal in some countries. I don’t like cheap drugs. Maybe I have changed haha :D But tonight I was dreaming having drugs :D"

YHA J, YHAAA. DUA KATA DIBALAS BERKATA-KATA.

Fyi, J ini orangnya asyik kalau diajak diskusi. Diskusi apa saja. Apalagi tentang perbedaan gaya hidup. Biasanya dia bakalan banyak cerita setelah saya tanyakan suatu hal. Ya kayak percakapan di atas. Dia itu pengertian. Jangan baper dulu, maksud saya, dia pengertian kalau Bahasa Inggris saya parah. :D

Lihatlah, betapa songongnya dia bilang, “I don’t like cheap drugs.”

Tapi pasti ada dong alasannya.

"I don’t like people destroyed by drugs. Coz they show people who don’t use drugs that they are bad. There are different styles of drugs. Cheap and nasty for poor people. And expensive elegant and glamour for star politicians. And drugs for artists. For more happiness and imagination))"

Yap, itulah alasannya. Terus saya penasaran, sebebas-bebasnya mereka, apakah mereka juga merasakan dampak negatifnya. Dan inilah  dampak negatif dari narkoba menurut Si J.

"Money. Isolation. Illusion. But there are positive impacts too. All it depends if u do it with style or not."

Narkoba memang banyak jenisnya. Mulai dari yang murah sampai yang harganya bikin jantungan. Bayangkan saja, ada narkoba yang beratnya hanya  beberapa gram tapi harganya milyaran. Hmm, buat modal nikah bisa ngundang orang sekecamatan, nih.

Terus, apa maksud Si J dengan do it with style or not? Karena terlanjur kepo, saya tanya lagi.

Lu anggota intel ya, Des? Tanya mulu.

Bodo. Haha. Saya juga bingung mau bicara apa. Jujur yang teramat sangat dalam (contoh kalimat tidak efektif), sebenarnya di dalam otak saya banyak kata-kata untuk menanggapi Si J. Tapi, ya, gitu. Susah ngomongnya.

Me : "Then tell me, how you do it with style?"

Si J : "Clean elegant. U control the drugs. Not the drugs control u. but thing that u ll (you will) find drugs in most of the medicine and cure. Poor people take drugs coz they don’t want to think. Rich people take drugs to show off (oh, mentang-mentang kaya jadi riya’?). Artist take drugs as a way of inspiration and meditation."

YHA. ORANG SANA MAH BEBAS.

Eh, tapi, bagaimana bisa mengontrol narkoba? Bukankah narkoba itu membuat kecanduan?

Me : "How you can control it? That didn’t make you addictive?"

Si J : "Like the shaman of the tribe. No of course. I’m busy all the time now lol to do drugs. But in some countries for them is not drugs. But tradition."

Me : "Ooo. Thanks for sharing btw. Haha."

Si J : "It’s ok )). Marijuana is like tobacco and is used to smoke. It is legal in Holland, Netherlands. And now in some contries it is legal. However is not a drug and some government are starting to produce marijuana to cure cancer J. Unfornately poor people they don’t use drugs but sniff chemicals as glue or bleach to get high."

Itulah akhir percakapan saya dan Si J tentang narkoba. Oke, tulisan ini murni pengin saya bagikan buat mengetahui pandangan orang-orang yang menggunakan narkoba dan bukan untuk menyarankan kalian menggunakannya.

Mungkin saja apa yang dikatakan Si J juga berbeda dengan Si A, B, C, sampai Z. Ingat, pengguna narkoba pun juga menyadari ada dampak negatifnya. Jadi, tetap jangan coba-coba mendekati narkoba. Kalau enggak mau jadi kere.

Terakhir…

Kapan nikah?
Share:

6 komentar:

  1. *manggut-manggut* jadi gitu alasan narkoba legal di beberapa negara, masuk akal. Terima kasih sudah berbagi sedikit pengetahuan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah saya masih kagak ngerti apa maksud dari, "like the shaman on the tribe" pas saya tanya gimana narkoba bisa dikontrol ))

      Sama-sama. Terima kasih kembali telah berkunjung :)

      Hapus
  2. Wah sangat bermanfaat sob artikelnya.. Thanks udh di sebarkan (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali sudah dikunjungi :D

      Hapus
  3. Wah , topik obrolannya berat , yak. Pake bahasa inggris pula.


    Agak sedikit aneh yaa kalau narkoba dilegalkan di banyak negara , itu gimana kalo ada nenek-nenek yang make , coba ?

    Mungkin ada alasannya ya.


    Si J RIA SEKALI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha coba tanyakan pada Google :D

      Hapus

Dikomentarin aja, enggak ada yang marah kok :)