Jumat, 14 Oktober 2016

Media Digital yang Kejam Atau Kita yang Seenak Jidat




2016 adalah tahun di mana hampir semua serba digital. Mulai dari tatap muka dengan mudah hanya lewat video call, belanja sekali klik lewat toko online, baca berita cukup dari HP, bahkan ojek pun sudah ikutan online. Warbiyazah, bukan?
Pengguna media digital pun juga tak mengenal usia. Lihat saja, dulu jaman aku masih SD, mainan yang sering dibawa ke sekolah kalau enggak bola bekel ya gelang karet yang direntengin buat main lompat tali. Tapi sekarang, rata-rata anak SD sudah bawa gadget ke sekolah. Kemudian, para orang tua yang dulu setiap pagi menikmati kopi sambil membaca koran, sekarang menikmati kopi sambil menimang-nimang gadget.
Memang tak semuanya. Tapi, mungkin saja kalian juga merasakan pesatnya perubahan ini, bukan? Ya jelas, kan waktu terus berputar. Sayang, pesatnya perkembangan jaman seperti sekarang tak disertai pula filter yang kuat di beberapa lapisan masyarakat.
Share: