Minggu, 24 Juli 2016

Ghostbusters di Malam Minggu

Malam minggu kemarin saya pergi ke Cinemaxx bareng temen-temen SD (lagi). Kita nonton Ghostbusters, berenam. Tiga cewek, tiga cowok. Oke sih kalau gandengan, tapi sudah ada yang punya pacar terus sisanya juga punya gebetan. Jadi, kita tetep temenan kok. Halah, ngomong apa sih.
Share:

Rabu, 20 Juli 2016

Reuni

​Malam ini aku menemukan kembali pandangan tidak biasa, terpancar dari kedua matanya yang meneduhkan hati. Jauh sebelumnya, aku merasakan hal sama. Tapi bukan dengan dia.

Beberapa kali pandangan kami bertemu. Mungkin itu sebatas perasaanku. Dan sungguh, dia begitu tenang dengan kemeja birunya. Pun dengan pandangan yang meyakinkan.

_________________________

Ah, puitis yang terpaksa. Entahlah, semalam saya habis reuni sama teman-teman sekolah dasar. Semua tampak berbeda. Tambah cantik, ganteng, tinggi, kurus dan gemuk. Oke, saya bagian yang terakhirnya.
Reuni pada dasarnya beda tipis dengan bongkar aib. Bukan aib sih, tapi masa lalu. Iya, seperti semalam. Ada seorang teman ngajakin main werewolf-werewolf gitu lah pokoknya. Yang menang ngacangin yang kalah. Eh bukan, maksudnya yang kalah harus nurutin yang menang. Sama aja kali.
Babak pertama saya jadi werewolfnya. Menang! Hore! Angelnya mati semua soalnya. Di babak pertama yang menang ngasih pertanyaan dan yang kalah harus jawab jujur. Ya, akhirnya ruang nostalgia berputar. Pertanyaan mainstream pun keluar, "Kamu dulu waktu SD suka sama siapa?"
Untungnya, di babak ini saya aman. Babak kedua, saya jadi angel dan kalah. Disuruh nurutin maunya yang menang, berdiri di kursi tempat nongkrong dan dilihat banyak orang. Kemudian diabadikan. Whatever.
Tapi kalau boleh diulang, saya pengin dikasih pertanyaan mainstream itu. Terus jujur tentang apa yang terjadi semalam, bukan tentang apa di masa lalu.
Mungkin saya hanya terpesona dan kagum saja.
Share: